Nuansa Remaja

Blog Remaja Indonesia

Cerpen Seru: The Pursuit Of Love #4

"Heh gadis gila! Jika kita bertemu lagi, aku tidak akan melepaskanmu!" teriak Daniel sambil menatap punggung gadis itu yang kemudian lenyap dibalik pintu lobby.

Daniel masih meringis kesakitan sambil memegangi kakinya yang sudah dua kali terkena tendangan menyakitkan itu. Ia benar-benar kesal sekaligus bingung. Kenapa gadis itu menyalahkannya seperti ini? Padahal mereka sama sekali belum saling mengenal.

"Daniel!" Daniel terkecoh mendengar panggilan itu dan segera menoleh kebelakang. Seorang pria tampan dengan kemeja putih dan rompi hitam dibadannya nampak berdiri tegak dibelakangnya. Daniel tersenyum sumringah lalu segera berdiri tegak membuat tinggi mereka tak terpaut jauh.

"Sedang apa kau disini? Aku sudah menunggumu diatas tapi kau tak kelihatan juga.." lelaki itu mengerutkan kening.

"Ah, tidak apa-apa.. Ayo kita minum teh bersama.." ajak Daniel dan segera merangkul kakak sepupunya itu masuk ke dalam lift.

***

"Eum, apa.. Kau baru memecat pegawai?" tanya Daniel setelah meletakkan cangkir tehnya diatas meja. Ia benar-benar penasaran dengan gadis yang bernama Karin tadi, sepertinya gadis itu benar-benar baru dipecat.

Keenan mengangkat sebelah alisnya dan nampak sedang berfikir. Detik berikutnya ia menjentikkan jemarinya.

"Benar! Seseorang yang bertugas di bidang marketing, aku tidak tau siapa orangnya siapa.. Aku hanya mendengar laporan dari sekretarisku.. Katanya dia sudah melakukan banyak kesalahan selama bekerja dan dia juga sering mengambil cuty, karena banyak pegawai lain yang protes.. Ku pecat saja dia" terang Keenan santai.

Daniel mengangguk-anggukkan kepalanya.

"Tapi kau tidak boleh sembarangan memecatnya, memangnya ada bukti tentang kesalahannya?" tanya Daniel. Keenan mendelik kearahnya. Seperti ada aroma lain dibalik ucapan Daniel yang terdengar saat ini.

"Kau kenal dia?" tanya Keenan setelah beberapa saat jeda. Daniel terdiam lalu menggeleng.

"Lalu kenapa kau seperti membelanya begitu?"

"Membelanya apa? Aku hanya bertanya apakah ada bukti.. Kasihan saja jika kau memecat orang yang tidak salah.."

"Hmm.. Ada banyak laporan mengenai kesalahannya, dan kurasa itu sudah cukup sebagai bukti.."

Daniel terdiam. Pikirannya lalu beralih ke sisi yang lain dan tak lama kemudian ia tersenyum tipis.

"Kakak, apa kau bisa memberiku biodatanya?"

***

Jam 1 siang, Daniel kembali ke kantornya setelah minum teh dan makan siang bersama dengan Keenan, kakak sepupunya. Ia kembali dengan wajah penuh arti, ditangannya ada sebuah map berisi biodata Karin yang dimintanya pada Keenan tadi.

Daniel mengernyit saat memasuki ruangannya dan mendapati sekretarisnya sedang berdiri di depan mejanya. Iapun langsung menghampirinya dan duduk di kursi kerjanya.

"Ada apa? Kau sudah selesai tanda tangan?" tanya Daniel lalu memeriksa beberapa file diatas meja.

"Aku tidak bisa melakukannya.. Aku mengundurkan diri" ucap wanita itu sambil meletakkan sebuah ampolp berisi surat pengunduran dirinya diatas meja. Daniel mendongak untuk menatapnya.

"Kau serius?" tanyanya. Wanita itu mengangguk kaku, agak takut dengan tatapan mata Daniel.

Sejenak hening. Daniel mesih menatap wajah mantan sekretarisnya dengan intens. Detik berikutnya ia melonjak bangun dan menjabat tangan wanita itu dengan heboh.

"Terimakasih! Terimakasih sudah mengundurkan diri.. Kau benar-benar melakukan hal yang tepat! Bagus! Tidak perlu khawatir, aku yakin kau akan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik! Pergilah.. Aku sungguh rela melepasmu.." celetuk Daniel heboh. Wanita di depannya itu menatapnya bingung sekaligus kesal melihat tingkah Daniel yang seolah-olah memang sudah sangat lama menantikannya mengundurkan diri.

"Aku akan urus gajimu! Akan segera ku transfer ke rekeningmu! Pergilah.." ujar Daniel sambil mendorong punggung mantan sekretarisnya, dan wanita itupun segera melangkah keluar dengan pikiran yang benar-benar berkecamuk.

Daniel menghempaskan tubuhnya dan duduk dengan santai diatas kursinya. Dengan semangatnya, kursi itu ia putar beberapa kali. Sepertinya ia benar-benar sedang heboh sendiri.

"Aku akan menempatkanmu sebagai sekretarisku baruku!" gumam Daniel sambil mengamati biodata Karin ditangannya.

***

Gadis bernama Karin itu sedang meringkuk di atas tempat tidur kecilnya. Seisi kamarnya kelihatan berantakan, ia baru saja mengamuk dan memberantaki semua barang yang ada di kamarnya.

Depresi, itulah yang sedang ia rasakan. Kemarin gadis itu baru saja diputuskan oleh pacarnya dan hari ini ia dipecat dari pekerjaannya. Entah apa yang bisa ia lakukan tanpa pekerjaannya itu. Selama ini ia sangat bergantung pada pekerjaannya karena dengan gaji yang ia dapatkan dari pekerjaan itu lah, ia dapat makan, kuliah dan memenuhi kebutuhan sehari-harinya dan sekarang entah bagaimana ia menjalani hidupnya sendirian, mungkin juga sebentar lagi ia akan di drop out dari kampusnya.

Ditengah kebimbangannya, ponsel gadis itu tiba-tiba berdering, dengan malas ia meraih benda itu dan lekas menjawab panggilannya.

"Halo.. Iya ini aku.."

"...."

"Apa?!"

sumber: https://www.facebook.com/notes/kumpulan-cerpen-rorafizaus/the-pursuit-of-love-4/4886837445490761


Artikel Menarik Lainnya

0 Responses to “Cerpen Seru: The Pursuit Of Love #4”

Posting Komentar