Nuansa Remaja

Blog Remaja Indonesia

Cerpen Seru: Menghilang Dari Jarak Pandangmu

Cerpen Seru: Menghilang Dari Jarak Pandangmu. Disini, ditengah-tengah kesunyian dunia,ditengah-tengah hembusan angin, ditengah-tengah suara-suara rintikan hujan,ditengah-tengah penyesalan yang mendera, aku berdiri, berdiri dimana aku takbisa lagi melihat wajah indahmu, menerima senyuman ceriamu, menyentuh kulitmu,bahkan memeluk ragamu. Seandainya, aku bisa memutar waktu, aku akan lebih pekadengan-mu bahkan perasaanmu.



Tiga tahun yang lalu, aku menjabat tanganmuuntuk pertama kalinya. Kau tersenyum ramah, dengan menyebutkan namamu. Kau,adalah orang pertama yang menyentuh tanganku, disaat hari pertama ku menjadisiswa pindahan di sekolah dimana kita akan menimba ilmu bersama. Kau, bahkanorang pertama yang mendengar suaraku ketika bernyanyi. Kau juga orang pertamayang mengetahui keinginanku suatu hari nanti. Saat itu, aku sempat berfikir,aku nyaman berada didekatmu. Kau setia mendengar setiap keluh kesahku dankeinginanku yang mungkin orang lain tak mengetahuinya, termasuk orang tuakusendiri.



Tiga tahun lalu, setiap hari aku selalumenemukan setangkai bunga mawar dan secarik kertas dilokerku tanpa tahu siapayang mengirimnya. Hanya huruf inisial yang tertera dipojok kertas berisi quotespenyemangat untukku. Kau tahu, aku sangat  senang  saat menerimanya, setiap  malam  akuselalu  memikirkan  apakah  besok aku  akan  mendapatkannya lagi,  bahkan  aku  sempat  berfikiringin  memiliki  kekuatan untuk mempercepat  waktu. Hingga  disetiap doaku, aku berharap Tuhan memberipetunjuk padaku siapa dirinya yang seolah memberi nafas semangat baru ditengahsemangatku sendiri yang mulai terkikis.



Tiga tahun yang lalu, pagi itu, aku berangkatlebih awal, agar aku bisa mengetahui siapa seseorang itu. Dan kau tahu, suasanahatiku yang penuh dengan rasa penasaran seolah berubah menjadi kelegaantersendiri setelah aku mendapatkan jawabannya. Di sana, di depan lokerkuberdiri seorang wanita yang memiliki postur tubuh sepertimu, entah apa yang ialakukan disana, tapi aku memantapkan jawabanku, bahwa dialah jawabannya.



Tiga tahun yang lalu, kau datang padaku. Kautak sendiri, kau membawa seseorang dan memperkenalkan padaku. Dan kau tahu,seseorang itu adalah orang yang berdiri didepan lokerku pagi itu. semakinmembuatku senang dan yakin bahwa dia orangnya, ketika aku mengetahui namanya-huruf awalannya sama dengan inisial yang tertera di kertas quotes itu. Dan saatitu juga, aku seolah memiliki alasan untuk mencintainya, bahkan menjadikannyamilikku.

Satu bulan sebelum kelulusan, aku melamarnyadi depanmu, entah mengapa kau malah menangis, seperti seseorang yang kehilangansesuatu yang berharga bagimu. Dan alasan mengapa kau menangis adalah karena kauhanya bahagia melihatku melamar teman terbaikmu. Sorotan matamu ketikamenatapku dengannya seolah menunjukkan tatapan kesedihan bahkan kepedihan,nampak jelas kau seperti seseorang yang terluka.



Hingga, waktu itu tiba, di haripertunangannku, aku mendengar kabar seseorang yang akan menjadi tunangankumengalami kecelakaan. Seketika tubuhku melemas, amarahku seketika memuncak ketikatahu siapa yang menyebabkan wanitaku terbaring lemah di ruang pesakitan itu.Kau, Hye Na, aku tak percaya bahwa kau yang dengan tega mengacaukan acarapentingku dengannya. entah apa yang terjadi sebelumnya antara kau dan Hera –wanita yang sebentar lagi akan menyandang nama margaku hingga kau mengakibatkanHera mengalami kecelakaan.

Malam itu, telingaku seolah tuli dan berhentimendengar, setelah seseorang dengan jubah operasinya mengatakan sesuatu yangseketika membuat hatiku remuk- Hera mengalami kerusakan fatal di korneamatanya, hingga membuatnya akan mengalami koma panjang sebelum dia mendapatkanpendonor yang tulus untuk mengganti matanya yang rusak.



Kuarahkan pandangaku yang penuh amarah kepadakau yang saat itu menangis terisak dengan raut penuh penyesalan. Tak pedulisiapa kau, malam itu aku mencacimu, meluapkan amarahku padamu, mendorongmu,bahkan aku memutuskan untuk membencimu saat itu juga. Aku bisa merasakanbagaimana terlukanya dirimu saat itu ketika aku melontarkan kata-kata kasarkupadamu, tapi itu sebanding dengan apa yang aku rasakan ketika kau membuatwanitaku terbaring lemah diruang pesakitan dengan selang-selang yang menjadipenompang hidupnya.


Kau,- Hye Ha, kau adalah orang pertama yangmembuat hidupku kembali berarti, tapi kau juga orang pertama yang membuatseseorang yang sangat berarti di hidupku terluka. Maafmu bahkan seolah menjadilagu terburuk yang pernah aku dengar. Percuma, beribu maaf yang kau lontarkantak akan merubah segalanya, terlebih membuat Hera bangun dari kesakitannya.Hingga, aku yang dengan seluruh amarah dan kekesalan, ku lontarkan kata – katayang benar-benar aku yakini akan membuatmu semakin terluka dengan sikapku.



“Pergilah dan menghilanglah dari jarakpandangku jika kau ingin aku memaafkanmu!”


Dan benar, setelah malam itu, setelah akumemutuskan tak ingin melihatmu lagi, kau seolah hilang ditelan bumi. Tak kudapati dirimu yang pernah menghiasi hari-hariku, wajahmu, suaramu, bahkansifatmu yang selalu susah ditebak. Mungkin kata-kataku itu terlalu menyakitimu,tapi aku akui saat kau tak lagi menampakkan wajahmu di hadapanku, ada sesuatuyang salah di hatiku,sesuatu yang seolah menghilang dan ingin menemukannyalagi, hingga aku benar-benar ingin mengutarakan padamu secara langsung, bahwa “Aku merindukanmu.”


Setahun sudah,kau pergi entah kemana.Sepertinya, kau benar-benar menuruti perintahku, “menghilang dari jangkauan jarakpandanganku” kata-kataku sendiri seolah menjadi duri dihidupku sendiri. Tersiksadengan perasaan bersalah telah melukaimu. Seolah ada bagian yang hilang darihidupku, setelah aku benar-benar tak bisa menjangkau dimana kau berada.



Saat itu, ketika hujan turun, aku datangkerumah Hera yang saat itu keadaan sudah membaik, bahkan pulih total. Adasesuatu yang perlu ku ketahui tentang kau, hingga Hera memintaku untuk datangkerumahnya. Aku berusaha menutupi kerinduanku akan kau di depannya, bagaimanamungkin aku merindukan orang lain di depan calon istriku. Seketika leherkuseperti tercekat, apa aku tidak salah mendengarnya. -Hera mengatakan jika kaumencintaiku. Terlebih ada hal lain yang membuatku seperti mau mati mendadak,bunga mawar itu, kertas quotes itu, ternyata itu milikmu, milikmu yang dengantulus kau berikan padaku. Inisial huruf “H” itu bukan Hera – yang selama iniaku anggap pengirimnya,yang ternyata itu inisial namamu sendiri “Hye Na”.



Malam itu juga, dengan perasaan yang bercampuraduk, aku membelah jalanan ditengah hujan yang semakin deras. Difikiranku, akuakan memelukmu, menangis didepanmu, meminta maaf padamu setelah akumenemukanmu. Tapi itu semua nihil, aku sama sekali tak menemukanmu, dirumahmu,di apartemenmu, di kafe favoritemu, dimanapun tempat yang sering kau kunjungi,-aku tak menemukanmu. Kau benar-benar menghilang, kau benar-benar wanita bodohyang menuruti perintah gilaku – menghilang dari jarak pandangku.



Sabtu pagi, sebelum aku berdiri ditempat ini,aku datang ketempat dimana aku dan kau pertama kali bertemu, berjabat tangan,hingga aku mendengar namamu. Sekolah, ya_ sekolah, sekolah yang saat ini telahmenjadi bangunan kosong setahun yang lalu. Ku telusuri setiap lorong sekolah,memori tentangmu seolah masih melekat, melekat sebagai kenangan manis yangmalah membuatku semakin tersiksa. Kau tahu, kau adalah orang pertama membuatkumenitihkan air mata. Bahkan, ketika Hera koma, aku masih memikirkanmu, -antarabenci dan sesal itu yang selalu mengahantui setiap jengkal pikiran danperasaanku.



Kakiku ku langkahkan menuju dimana kau selalumengirim mawar dan quotes untukku. Kau tahu,sampai saat ini  aku masih menyimpan semua mawar dan quotespemberianmu. Biar kelopak mawar itu layu dan rontok, biar kertas quotes itutermakan ngengat, aku masih menyimpannya di tempat yang sama ketika kaumeletakkannya untukku- loker pribadiku, yang bahkan kuncinya masih setia akubawa. Aku ingin mengenangmu bahkan berharap bertemu denganmu ditempat ini.



Setangkai mawar dan secarik kertas yangmenempel dipintu lokerku yang mulai berkarat, menyambut kedatanganku. Airmataku terjatuh, dadaku terasa sesak, seolah aku sudah mengetahui jawabannya.Aku meraihnya dengan tangan yang bergetar, membuka perlahan secarik kertas yangterlampir dengan mawar yang sama seperti mawar yang aku terima beberapa tahunyang lalu.



 Akumenyenderkan tubuhku yang melemas, meluruhkan tubuhku hingga tersipuh dilantaiyang berdebu. Ada sesuatu yang amat sakit didalam sana, -setelah aku membacasurat itu. Menangis sejadi-jadinya meratapi penyesalan yang aku buat sendiri.


Cho Kyuhyun, aku berharap kau kembali ketempatini dan menemukan surat ini. Maaf, telah mengacaukan  acara pertunanganmu dengan Hera. Demi Tuhan,aku tidak sengaja telah membuat-nya terlelap diruang pesakitan. Aku tidakmarah, saat kau mencaciku, mendorongku, bahkan menganggapku seperti seorangpembawa sial bagi hidupmu. Tapi aku merasa hatiku seperti tersayat benda tajam,saat kau memutuskan untuk membenciku hingga kau mengingkanku untuk pergimenjauh dan lenyap dari jarak pandangmu. Terlalu sakit untukku yang saat itumemendam perasaan yang tak mungkin aku utarakan disaat kau telah memilikiseseorang yang sangat berarti untukmu. Seseorang yang mencintaimu setelah adaseseorang lain yang terlebih dulu mencintaimu namun tak sanggup untukmengungkapkannya. Cho Kyuhyun__ Aku Mencintaimu.


Apa kau masih ingat,  mawar dan kertas yang selalu menempel dilokermu. Maaf, aku telah mengotori lokermu dengan barang-barang tak bergunaseperti itu. Andai kau tahu, setiap pagi aku selalu menunggu senyum teduhmusetelah kau membaca catatan kecil yang aku kirim padamu, menyimpan mawar yangaku berikan sebagai tanda terima kasihku padamu yang mau tersenyum setelahmembaca quotesku. Tapi malam itu, kau seolah membunuhku, kau seolahmenghentikan setiap harapanku yang selalu ingin melihat senyummu, memelukmu,mencium aroma tubuhmu, bahkan memilikimu. Namun aku sadar, kau tak salah jikakau membenciku, aku sendiri yang telah menyebabkan ini semua. Sesuaikeinginanmu, aku akan pergi,, pergi menjauh dan menghilang dari jarakpandangmu.

Mungkin, ini mawar dan catatan kecil yangterakhir yang aku berikan padamu. Terima kasih kau sudah hadir dalam hidupku,mengisi setiap jengkal relung hatiku, meskipun pada akhirnya akan terluka.Berharap dengan kepergianku ini, kau bisa memaafkanku.


Aku telah merelakan kedua mataku untuk Hera,orang yang sangat kau cintai. Maaf, biarkan aku kali ini menjadi seorang yangegois untuk kedua kalinya. Egois karena masih mengingkan untuk melihat senyuman darimu yang sempat hilang karenakecerobohanku sendiri. Dan ini juga, sebagai tanda permintaan maafku untuksemua yang aku lakukan dalam hidupmu.


Cho Kyuhyun, untuk terakhir kalinya, ijinkanaku mengungkapkan perasaanku padamu yang selama ini aku pendam. Bahwa, __ AKUMENCINTAIMU. – Kang Hye Na--



*****



Sekarang, hanya tinggal penyesalan. Penyesalanyang tak tahu kapan hilangnya. Disini, ditempat ini aku membawa semua kenanganantara aku dan kau. Tangisku, seolah hanya sia-sia. Percuma aku meraung-raung,memanggil namamu ribuan kali, kau masih saja berada dibawah timbunan tanahhitam pekat ini. Saat ini, aku benar-benar kehilanganmu. Kehilanganmu untukselamanya.



“Hye Na, aku mencintaimu”

sumber: https://www.facebook.com/notes/kumpulan-cerpen-rorafizaus/menghilang-dari-jarak-pandangmu/4891911844983321


Artikel Menarik Lainnya

0 Responses to “Cerpen Seru: Menghilang Dari Jarak Pandangmu”

Posting Komentar